Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Kritik dan Esai puisi "Ulama Abiyasa Tak pernah Minta Jatah"

 Nama: Florensia Carliani Mbues Nim   : 175200018 Puisi  “Ulama Abiyasa Tak Pernah Minta Jatah”                                   Puisi: M Shoim Anwar   Ulama Abiyasa adalah guru yang mulia panutan para kawula dari awal kisah ia adalah cagak yang tegak tak pernah silau oleh gebyar dunia tak pernah ngiler oleh umpan penguasa tak pernah ngesot ke istana untuk meminta jatah tak pernah gentar oleh gertak sejuta tombak tak pernah terpana oleh singgasana raja-raja   Ulama Abiyasa merengkuh teguh hati dan lidah marwah digenggam hingga ke dada tuturnya indah menyemaikan aroma bunga senyumnya merasuk hingga ke sukma langkahnya menjadi panutan bijaksana kehormatan ditegakkan tanpa sebiji senjata   Ulama Abiyasa bertitah para raja dan penguasa bertekuk hormat padanya tak ada yang berani datang minta dukungan jadi penguasa menjadikannya sebagai pengumpul suara atau didudukkan...

Kritik puisi " Ulama Durna Ngesot ke Istana

 KRITIK ESAI PUISI ULAMA DURNA NGESOT KE ISTANA  Ulama Durna Ngesot ke Istana” Puisi :  M. Shoim Awar.  ihatlah sebuah panggung di negeri sandiwara ketika ada Ulama Durna ngesot ke istana menjilat pantat raja agar diberi jatah remah-remah maka kekuasaan menjadi sangat pongah memesan potongan-potongan ayat untuk diplintir sekenanya agar segala tingkah polah dianggap absah   Lihatlah ketika Ulama Durna ngesot ke istana menyerahkan marwah yang dulu diembannya Sengkuni dan para pengikutnya di luar sana bertingkah sok gagah berlindung di ketiak penguasa menunggang banteng bermata merah mengacungkan arit sebagai senjata memukulkan palu memvonis orang-orang ke penjara   Lihatlah ketika Ulama Durna berdagang mantra berbusa-busa adakah ia hendak menyulut api baratayuda para pengikutnya mabuk ke lembah-lembah tatanan yang dulu dicipta oleh para pemula porak poranda dijajah tipu daya oh tahta dunia yang fana para begundal mengaku dewa-dewa sambil menuding ke arah kawu...

Kritik puisi "Dursasana Peliharaan Istana"

 Puisi karya Shoim Anwar ini merupakan salah satu puisi yang menarik dan memiliki makna yang bisa dipetik yang kerap kali terjadi pada kehidupan sekarang ini. Toko Dursasana ini diceritakan seperti tokoh penting dalam sebuah kerajaan. Dursasana seperti kaki kanan Raja atau orang yang dipercayai. Dursasana memiliki watak yang buruk, dia salah menggunakan kekuatan atau posisinya tersebut. Dia bersifat seenaknya untuk menggunakan wewenangnya, dia pun tidak takut terhadap Raja.  Pada kutipan " menyembunyikan tangan usai melempar bara" menggambarkan sikap Durasasan yang sangat tidak bertanggung jawab, dia selalu bermain curang karena dia yang membuat persoalan tapi tidak bisa bertanggung jawab sehingga ada pihak lain yang disalahkan. kaitannya dengan keidupan sekarang ialah, kita kadang menemukan sedikit watak seperti itu pada pejabat pemerintah. Contoh kecil seperti seorang walikota, dia tau masih ada presiden diatasnya tetapi dia tidak peduli. Korupsi atau menghabiskan uang raky...