Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Kritik dan Esai puisi "Sajak Palsu" karya Agus R. Sarjono

 Kritik dan Esai kali ini sama seperti sebelumnya yakni tentang puisi. Tentunya kali ini berbeda karena puisi yang disajikan adalah puisi dari Agus R. Sarjono.  Setiap puisi yang ditulis selalu berdasarkan pengalaman atau imajinasi yang kuat sehingga memiliki makna yang terkandung dan mungkin menampakkan kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia sosial ditengah berbangsa dan bernegara. Dalam puisi Sajak Palsu ini tentunya juga memiliki makna yang kuat yang menjadikannya sebagai perbandingan dengan keadaan masyarakat sekarang.  Kritik sosial tentunya ada dalam puisi Sajak Palsu ini, seperti pada puisi-puisi sebelumnya kritikan kepada oknum pemerintah masih menjadi perbincangan hangat dan sangat menonjol disetiap lirik puisi yang ada. Salah satunya juga pada puisi Sajak Palsu tersebut. Puisi Sajak Palsu tersebut, berkaitan erat dengan kebenaran dan kejujuran. Kebenaran dan kejujuran ada fondasi yang utama dalam membentuk karakter seseorang atau fondasi yang utama menjadi s...

Kritik dan Esai puisi "PERINGATAN" karya Wiji Thukul

Puisi 'peringatan' karya Wiji Thukul ini merupakan puisi yang memberikan sebuah peringatan atas segala bentuk kekuasaan yang terjadi di negara kita ini. Digambarkan dalam arti bagaimana suara rakyat tidak didengar oleh para pemerintah. Sedangkan hukum demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Jadi rakyat adalah hal terpenting dan utama atas segala kenyamanan hak dan kewajiban.  Dalam puisi tersebut juga jelas digambarkan bagaimana ketika suara rakyat diabaikan dan tidak didengar maka hanya ada satu cara untuk menyampaikan aspirasi rakyat yakni 'LAWAN'. Lawan dalam arti mungkin dilakukannya unjuk rasa atau demo. Terkadang jika dilakukan demo terjadi banyak hal yang menggangu ketertiban, misalanya kemacetan di tengah jalan, rusaknya fasilitas negara jika unjuk rasa itu disertai anarkis (tindakan kekerasan) dan masih banyak hal lain yang akan terjadi manakala penyampaian suara tersebut tidak direncanakan dengan baik dan dengan cara yang baik. Selain itu, ...

Kritik dan Esai puisi "Idul Fitri" karya Sutadji C. Bachri

Sutadji C. Bachri merupakan salah satu penyair Indonesia, saking terkenalnya dia bahkan dijuluki sebagai presiden penyair. Kritik Esai kali ini akan membahas salah satu puisinya yang berjudul " Idul Fitri". Puisi Idul Fitri ini menggambarkan sebuah penyesalan. Penyesalan ini berasal dari seorang pendosa yang dimana perjalanan hidupnya sangat buruk karena dimasa yang panjang dia habiskan dengan bermabuk ria. Diujung usianya dia sangat merenungi segala sesuatu perbuatan dosa yang dilakukan semasa dia berziarah di muka bumi ini. Dari cerita pendosa ini, banyak hal pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya adalah ketika suatu waktu penyesalan datang dan kita akan semakin dekat menuju rumah terakhir ( kematian) maka yang akan menyelamatkan roh kita adalah amal ibadah yang kita lakukan semasa hidup. Semua akan dipertanggung jawabkan diakhirat. Maka itu yang disesali oleh pemabuk dalam puisi tersebut. Dia merasa sangat terburu-buru untuk berikhtiar dan berdoa memohon ampun untuk be...

Kritik dan Esai puisi "Hantu Dermaga" dan "Hantu Musim"

 Kritik dan Esai kali ini membahas dua puisi sekaligus yang merupakan karya dari Mashuri, yang berjudul “Hantu Musim” dan “Hantu Dermaga”. Yang pertama akan dibahas puisi “Hantu Musim” Puisi ini jika dibaca dan didalami terdapat suatu makna yang mengikat yakni sebuah kerinduan. Perasaan rindu memang sering membawa kita pada situasi batin yang risau atau galau. Bagaimana caranya agar rasa galau tersebut tidak melanda dalam pikiran? Tentu saja rasa rindu harus disalurkan atau disampaikan. Tapi bagaimana jika rindu itu untuk seseorang yang sudah kealam baka (sudah meninggal)? Caranya adalah menyampaikan rindu lewat doa dan berdoa untuk kebahagiaan mereka pada tempat yang baru (disisi Tuhan YME). Pada puisi “Hantu Musim” digambarkan suasana pada saat menghabiskan waktu dikala bersama dulu. Pada kutipan “aku hanya musim yang dikirim rebah hutan kenangan-memunggut berbuah berbuah, dedaunan, juga ungags-yang pernah mampir dipinggir semi semarakkan jamuan, yang kelak kita sebut pertemuan a...