Kritik dan Esai puisi "Idul Fitri" karya Sutadji C. Bachri
Sutadji C. Bachri merupakan salah satu penyair Indonesia, saking terkenalnya dia bahkan dijuluki sebagai presiden penyair. Kritik Esai kali ini akan membahas salah satu puisinya yang berjudul " Idul Fitri". Puisi Idul Fitri ini menggambarkan sebuah penyesalan. Penyesalan ini berasal dari seorang pendosa yang dimana perjalanan hidupnya sangat buruk karena dimasa yang panjang dia habiskan dengan bermabuk ria.
Diujung usianya dia sangat merenungi segala sesuatu perbuatan dosa yang dilakukan semasa dia berziarah di muka bumi ini. Dari cerita pendosa ini, banyak hal pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya adalah ketika suatu waktu penyesalan datang dan kita akan semakin dekat menuju rumah terakhir ( kematian) maka yang akan menyelamatkan roh kita adalah amal ibadah yang kita lakukan semasa hidup. Semua akan dipertanggung jawabkan diakhirat. Maka itu yang disesali oleh pemabuk dalam puisi tersebut. Dia merasa sangat terburu-buru untuk berikhtiar dan berdoa memohon ampun untuk bertobat. Pesan yang disampaikan adalah, jika tidak ingin menyesal dihari tua sebaiknya diusia dini harus bisa mengontrol diri. Berbuat baiklah terhadap orang lain dan sekitar. Karena yang akan menolong diakhirat kelak hanya perbuatan baik dan amal ibadah semasa hidup.
Komentar
Posting Komentar