Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Kritik dan Esai video klip

 Video tersebut bukanlah video klip aslinya melainkan video lip  sync. Lip sync adalah sikap seseorang menggerakkan bibirnya diiringi dengan lagu yang sedang diputar melalui kaset atau sejenis media lainnya. Terlepas dari fakta bahwa itu hanya sebuah lip sync yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pelaku atau pemeran yang berada didalam video tersebut. Menurut saya akting dari setiap pemeran sudah cukup baik dimana masing-masing memainkan peran sesuai dengan kebutuhan atau alur cerita dalam video klip tersebut. Secara teknis pengambilan video pun lumayan bagus, hasilnya tidak begitu jelek dan tidak begitu sempurna juga, bisa dikatakan standar atau cukup bagus. Mungkin karena keterbatasan alat seperti camera dan lain-lain yang tidak lengkap seperti yang biasa digunakan oleh photografer profesional.

Kritik dan Esai puisi "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia"

 Puisi "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia ini merupakan puisi ciptaan Taufiq Ismail. Seperti puisi pada umumnya, puisi tersebut juga memiliki makna yang tersirat dalam setiap baris dan baitnya.  Puisi tersebut menggambarkan bagaimana kehidupan pada masa revolusi tepatnya pada usia 6 tahun Indonesia setelah kemerdekaan.  Ditahun-tahun pertama, semua terlihat sangat luar biasa karena menjadi suatu kebanggaan besar bahwa negeri tercinta kita ini berhasil merdeka dari penjajahan. Tapi seiring berjalannya waktu rasa bangga tersebut berubah menjadi rasa malu. Segala bentuk kekuasaan menghancurkan rasa bangga dan sosial ditengah masyarakat.  Apa yang menjadi sebab dari masa malu tersebut ? Yang menjadi sebab atau dasar  segala permasalahan yakni tidak adanya ketegasan hukum.  Korupsi yang meningkat, masyarakat tertindas. Anak presiden dan jajarannya diperlakukan bak seorang presiden, sedangkan masyarakat biasa dilihat dengan mata sebelah. Tindakan kriminal terjadi d...

Kritik dan Esai Cerpen "Setan Banteng" Seno G. Ajidarma

Kali ini kita akan membahas sebuah cerpen dari Seno Ajidarma yang berjudul " Setan Benteng" Jika membaca dengan saksama, cerpen ini menceritakan tentang sebuah keberanian. Sebuah keberanian tentu berasal dari nyali yang besar, pikiran terarah dan matang dari diri seseorang.  Banteng disini menggambarkan sebuah ciri fisik yang sangat mega dan kekar, dan dianggap punya keberanian yang tinggi. Tapi siapa sangka, dibalik tubuhnya yang kekar dia kesulitan melihat hal-hal yang kecil seperti penggalan cerita dibaris akhir cerpen setan banteng. Banyak pembelajaran yang dapat diambil, salah satunya jika menjadi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang terlihat gagah dan perkasa belum tentu mampu melihat serta mengayomi masyarakat kecil.  Bukan cuma pemimpin, karakter setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang lembut, ada yang keras, ada yang berani adapula yang lemah. Begitulah manusia pasti berbeda. Adapun yang mirip atau kembar tetapi tidak sama. Karakter itu dibentuk sejak manusia itu ...