Kritik dan Esai puisi "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia"
Puisi "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia ini merupakan puisi ciptaan Taufiq Ismail.
Seperti puisi pada umumnya, puisi tersebut juga memiliki makna yang tersirat dalam setiap baris dan baitnya.
Puisi tersebut menggambarkan bagaimana kehidupan pada masa revolusi tepatnya pada usia 6 tahun Indonesia setelah kemerdekaan.
Ditahun-tahun pertama, semua terlihat sangat luar biasa karena menjadi suatu kebanggaan besar bahwa negeri tercinta kita ini berhasil merdeka dari penjajahan.
Tapi seiring berjalannya waktu rasa bangga tersebut berubah menjadi rasa malu. Segala bentuk kekuasaan menghancurkan rasa bangga dan sosial ditengah masyarakat.
Apa yang menjadi sebab dari masa malu tersebut ? Yang menjadi sebab atau dasar segala permasalahan yakni tidak adanya ketegasan hukum.
Korupsi yang meningkat, masyarakat tertindas. Anak presiden dan jajarannya diperlakukan bak seorang presiden, sedangkan masyarakat biasa dilihat dengan mata sebelah. Tindakan kriminal terjadi dimana-mana, negeri ini berubah menjadi serem dan menakutkan. Siapa dalang dari semua ini ? Bukan orang lain, melainkan warga masyarakat Indonesia sendiri.
Puisi ini sangat cocok untuk melihat bagaimana kehidupan mulai dari masa revolusi dan bahkan kekacauan tersebut dibawa pada masa yang sekarang.
Dari segi teknis penulisan, puisi ini sedikit sulit dipahami dan harus dibaca berulang-ulang untuk dapat dipahami dan dimengerti karena penggunaan bahasa yang jarang ditemukan dalam dialog sehari-hari.
Komentar
Posting Komentar