Postingan

UAS

 Nama : Florensia Carliani Mbues NIM : 175200018 Kelas : PBI 2017 A Mata Kuliah : Kritik Dan Esai Setelah membaca keseluruhan isi dari kelima cerpen yang telah disajikan oleh Bapak Shoim Anwar sebagai bahan ujian akhir, saya dapat menyimpulkan atau menarik kesimpulan tentang satu tema yang mencakupi atau menggambarkan setiap isi cerpen-cerpen tersebut yakni tentang Kekuasaan dan Kebebasan. Kita memahami bahwa kita sebagai manusia yang hidup didunia ini tentunnya memiliki hak dan kewajiban. Hak dan Kewajiban tentu saja bukan sesuatu hal yang sangat sepele karena dua aspek tersebut juga ada hukum yang melindungi. Didalam Hak dan Kewajiban tentu saja adanya sebuah kebebasaan dan kekuasaan, baik itu berupa wujud nyata atau hanya sebuah abstrak/pemikiran. Kebebasan Kebebasan secara umum dimasukan dalam konsep dari filosofi politik dan mengenali kondisi di mana individu memiliki kemampuan untuk bertindak sesuai dengan keinginannya. Individualis dan konsepsi liberal dari kebeba...

Kritik dan Esai video klip

 Video tersebut bukanlah video klip aslinya melainkan video lip  sync. Lip sync adalah sikap seseorang menggerakkan bibirnya diiringi dengan lagu yang sedang diputar melalui kaset atau sejenis media lainnya. Terlepas dari fakta bahwa itu hanya sebuah lip sync yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pelaku atau pemeran yang berada didalam video tersebut. Menurut saya akting dari setiap pemeran sudah cukup baik dimana masing-masing memainkan peran sesuai dengan kebutuhan atau alur cerita dalam video klip tersebut. Secara teknis pengambilan video pun lumayan bagus, hasilnya tidak begitu jelek dan tidak begitu sempurna juga, bisa dikatakan standar atau cukup bagus. Mungkin karena keterbatasan alat seperti camera dan lain-lain yang tidak lengkap seperti yang biasa digunakan oleh photografer profesional.

Kritik dan Esai puisi "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia"

 Puisi "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia ini merupakan puisi ciptaan Taufiq Ismail. Seperti puisi pada umumnya, puisi tersebut juga memiliki makna yang tersirat dalam setiap baris dan baitnya.  Puisi tersebut menggambarkan bagaimana kehidupan pada masa revolusi tepatnya pada usia 6 tahun Indonesia setelah kemerdekaan.  Ditahun-tahun pertama, semua terlihat sangat luar biasa karena menjadi suatu kebanggaan besar bahwa negeri tercinta kita ini berhasil merdeka dari penjajahan. Tapi seiring berjalannya waktu rasa bangga tersebut berubah menjadi rasa malu. Segala bentuk kekuasaan menghancurkan rasa bangga dan sosial ditengah masyarakat.  Apa yang menjadi sebab dari masa malu tersebut ? Yang menjadi sebab atau dasar  segala permasalahan yakni tidak adanya ketegasan hukum.  Korupsi yang meningkat, masyarakat tertindas. Anak presiden dan jajarannya diperlakukan bak seorang presiden, sedangkan masyarakat biasa dilihat dengan mata sebelah. Tindakan kriminal terjadi d...

Kritik dan Esai Cerpen "Setan Banteng" Seno G. Ajidarma

Kali ini kita akan membahas sebuah cerpen dari Seno Ajidarma yang berjudul " Setan Benteng" Jika membaca dengan saksama, cerpen ini menceritakan tentang sebuah keberanian. Sebuah keberanian tentu berasal dari nyali yang besar, pikiran terarah dan matang dari diri seseorang.  Banteng disini menggambarkan sebuah ciri fisik yang sangat mega dan kekar, dan dianggap punya keberanian yang tinggi. Tapi siapa sangka, dibalik tubuhnya yang kekar dia kesulitan melihat hal-hal yang kecil seperti penggalan cerita dibaris akhir cerpen setan banteng. Banyak pembelajaran yang dapat diambil, salah satunya jika menjadi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang terlihat gagah dan perkasa belum tentu mampu melihat serta mengayomi masyarakat kecil.  Bukan cuma pemimpin, karakter setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang lembut, ada yang keras, ada yang berani adapula yang lemah. Begitulah manusia pasti berbeda. Adapun yang mirip atau kembar tetapi tidak sama. Karakter itu dibentuk sejak manusia itu ...

Kritik dan Esai puisi "Sajak Palsu" karya Agus R. Sarjono

 Kritik dan Esai kali ini sama seperti sebelumnya yakni tentang puisi. Tentunya kali ini berbeda karena puisi yang disajikan adalah puisi dari Agus R. Sarjono.  Setiap puisi yang ditulis selalu berdasarkan pengalaman atau imajinasi yang kuat sehingga memiliki makna yang terkandung dan mungkin menampakkan kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia sosial ditengah berbangsa dan bernegara. Dalam puisi Sajak Palsu ini tentunya juga memiliki makna yang kuat yang menjadikannya sebagai perbandingan dengan keadaan masyarakat sekarang.  Kritik sosial tentunya ada dalam puisi Sajak Palsu ini, seperti pada puisi-puisi sebelumnya kritikan kepada oknum pemerintah masih menjadi perbincangan hangat dan sangat menonjol disetiap lirik puisi yang ada. Salah satunya juga pada puisi Sajak Palsu tersebut. Puisi Sajak Palsu tersebut, berkaitan erat dengan kebenaran dan kejujuran. Kebenaran dan kejujuran ada fondasi yang utama dalam membentuk karakter seseorang atau fondasi yang utama menjadi s...

Kritik dan Esai puisi "PERINGATAN" karya Wiji Thukul

Puisi 'peringatan' karya Wiji Thukul ini merupakan puisi yang memberikan sebuah peringatan atas segala bentuk kekuasaan yang terjadi di negara kita ini. Digambarkan dalam arti bagaimana suara rakyat tidak didengar oleh para pemerintah. Sedangkan hukum demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Jadi rakyat adalah hal terpenting dan utama atas segala kenyamanan hak dan kewajiban.  Dalam puisi tersebut juga jelas digambarkan bagaimana ketika suara rakyat diabaikan dan tidak didengar maka hanya ada satu cara untuk menyampaikan aspirasi rakyat yakni 'LAWAN'. Lawan dalam arti mungkin dilakukannya unjuk rasa atau demo. Terkadang jika dilakukan demo terjadi banyak hal yang menggangu ketertiban, misalanya kemacetan di tengah jalan, rusaknya fasilitas negara jika unjuk rasa itu disertai anarkis (tindakan kekerasan) dan masih banyak hal lain yang akan terjadi manakala penyampaian suara tersebut tidak direncanakan dengan baik dan dengan cara yang baik. Selain itu, ...

Kritik dan Esai puisi "Idul Fitri" karya Sutadji C. Bachri

Sutadji C. Bachri merupakan salah satu penyair Indonesia, saking terkenalnya dia bahkan dijuluki sebagai presiden penyair. Kritik Esai kali ini akan membahas salah satu puisinya yang berjudul " Idul Fitri". Puisi Idul Fitri ini menggambarkan sebuah penyesalan. Penyesalan ini berasal dari seorang pendosa yang dimana perjalanan hidupnya sangat buruk karena dimasa yang panjang dia habiskan dengan bermabuk ria. Diujung usianya dia sangat merenungi segala sesuatu perbuatan dosa yang dilakukan semasa dia berziarah di muka bumi ini. Dari cerita pendosa ini, banyak hal pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya adalah ketika suatu waktu penyesalan datang dan kita akan semakin dekat menuju rumah terakhir ( kematian) maka yang akan menyelamatkan roh kita adalah amal ibadah yang kita lakukan semasa hidup. Semua akan dipertanggung jawabkan diakhirat. Maka itu yang disesali oleh pemabuk dalam puisi tersebut. Dia merasa sangat terburu-buru untuk berikhtiar dan berdoa memohon ampun untuk be...