UAS
Nama : Florensia Carliani Mbues
NIM : 175200018
Kelas : PBI 2017 A
Mata Kuliah : Kritik Dan Esai
Setelah membaca keseluruhan isi dari kelima cerpen yang telah disajikan oleh Bapak Shoim Anwar sebagai bahan ujian akhir, saya dapat menyimpulkan atau menarik kesimpulan tentang satu tema yang mencakupi atau menggambarkan setiap isi cerpen-cerpen tersebut yakni tentang Kekuasaan dan Kebebasan.
Kita memahami bahwa kita sebagai manusia yang hidup didunia ini tentunnya memiliki hak dan kewajiban. Hak dan Kewajiban tentu saja bukan sesuatu hal yang sangat sepele karena dua aspek tersebut juga ada hukum yang melindungi.
Didalam Hak dan Kewajiban tentu saja adanya sebuah kebebasaan dan kekuasaan, baik itu berupa wujud nyata atau hanya sebuah abstrak/pemikiran.
Kebebasan
Kebebasan secara umum dimasukan dalam konsep dari filosofi politik dan mengenali kondisi di mana individu memiliki kemampuan untuk bertindak sesuai dengan keinginannya.
Individualis dan konsepsi liberal dari kebebasan berhubungan dengan kebebasan dari individual dari luar keinginan artinya sebuah prespektif sosial, disisi lain, mempertimbangkan kebebasan sebagai distribusi setara dari kekuasaan, berpendapat kalau kebebasan tanpa kesamaan jumlah ke dominasi dari yang paling berkuasa.
Isaiah Berlin secara resmi merangka perbedaan antara dua prespektif ini sebagai perbedaan antara dua konsep kebebasan yang berlawanan yakni kebebasan positif dan kebebasan negatif. Penggunaan lain kemudian sebuah kondisi negatif di mana individu dilindunggi dari tirani dan arbrituari yang dilakukan oleh otoritas, sementara yang sebelumnya memasukan hak untuk memakai hak sipil, seperti pembuatan kantor.
Penting untuk memahami konsep ini ketika mendiskusikan kebebasan karena semuanya mewakili bagian kecil dari teka-teki besar yang dikenal dengan Kebebasan (filosofi). Dalam pengertian filosofis, moralitas harus berada di atas tirani dalam semua bentuk pemerintahan yang sah. Jika tidak, orang akan dibiarkan berada dalam sistem sosial yang diakari oleh keterbelakangan, ketidakaturan dan regresi.
Kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. (Miriam Budiardjo,2002).
Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia.
Dari penjelasan diatas bahwa Kebebasan dan Kekuasaan itu dua hal yang berbeda. Secara umum jika dikaitkan deengan kelima cerpen yang disajikan tentu saja kedua point penting ini tergambar dalam isi cerpen-cerpen tersebut.
Seperti pada cerpen “Tahi Lalat”. Jika dibaca secara saksama dan dipahami bahwa kebebasan berpendapat sangat ditunjukan pada isi ceritanya. Kebebasan yang seperti apa ? kebebasan negatif. Mengapa ? karena semua orang bebas masing-masing menyuarakan pemikiran masing-masing, pemikiran yang belum tentu benar dan yang lebih kejamnya adalah mereka bersuara disertai bumbu-bumbu cerita. Lalu kebebasan seperti apa yang seharusnya dilakukan ? kebebesan yang tahu batas. Batas dalam arti bebas bersuara tapi menjunjung nilai moral dan tidak merendahkan martabat manusia. Jelas terlihat moral dan martabat dalam cerpen Tahi Lalat ini sangat buram, dimana masing-masing orang memperhatikan sesuatu yang sangat intim pada bagian tubuh istri Pak Lurah. Hal tersebut secara tidak langsung mempermalukan istri Pak Lurah dan menjadikannya konsumsi umum.
Dari cerita tersebut tentunya kita harus bisa menjadi manusia yang bisa mengontrol tuturkata maupun tindakan kita sebagai manusia yang beradab. Bagaimana dengan kekuasaan ? kekuasaan pun sama, semua ada batasanya.
Seperti pada cerpen “Sepatu Jinjit Aryanti”dimana kekuasaan itu sangat hidup dalam alur ceritanya. Sesorang lelaki yang hanya menjalankan tugas dari atasaanya untuk melindungi serta menjaga ketat seorang wanita bernama Aryanti yang adalah seorang saksi dari sebuah kasus pembunuhan. Rasa ibah dan kasian dari lelaki ini tercampur aduk namun kembali lagi hidupnya pun terkendali oleh mereka yang berkuasa.
Cerita “Sepatu Jinjit Aryanti” ini merupakan salah satu cerpen yang mampu menggambarkan bagaimana kekuasaan itu berdiri di negara kita ini dan mendepankan kata HARUS untuk masyarakat menegah atau mereka yang tak memiliki kuasa atau wewenang. Kita banyak belajar dari setiap kekuasaan yang tak adil di negri ini, sebagai generasi penerus kita harus berjanji bahwa kita bukan hanya sekedar menghafal isi buku tapi kita mampu mengamalkannya ditengah masyarakat dan negara untuk mendepankan kata Keadilan dan Kesejahteraan.
Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Kebebasan
https://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan
Komentar
Posting Komentar