Kritik dan Esai puisi "PERINGATAN" karya Wiji Thukul
Puisi 'peringatan' karya Wiji Thukul ini merupakan puisi yang memberikan sebuah peringatan atas segala bentuk kekuasaan yang terjadi di negara kita ini. Digambarkan dalam arti bagaimana suara rakyat tidak didengar oleh para pemerintah. Sedangkan hukum demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Jadi rakyat adalah hal terpenting dan utama atas segala kenyamanan hak dan kewajiban.
Dalam puisi tersebut juga jelas digambarkan bagaimana ketika suara rakyat diabaikan dan tidak didengar maka hanya ada satu cara untuk menyampaikan aspirasi rakyat yakni 'LAWAN'.
Lawan dalam arti mungkin dilakukannya unjuk rasa atau demo. Terkadang jika dilakukan demo terjadi banyak hal yang menggangu ketertiban, misalanya kemacetan di tengah jalan, rusaknya fasilitas negara jika unjuk rasa itu disertai anarkis (tindakan kekerasan) dan masih banyak hal lain yang akan terjadi manakala penyampaian suara tersebut tidak direncanakan dengan baik dan dengan cara yang baik. Selain itu, pemerintah seharusnya lebih mendengarkan suara rakyat, karena terbentuknya sebuah negara yang aman dan maju tentunya dilihat dari perkembangan yang terjadi dalam suatu masyarakat dan dampak baik yang akan terjadi apabila rakyat didengar dan di depankan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan rakyat. Tentunya segala sesuatunya harus melibatkan masyarakat bukan sekedar memainkan wewenang sendiri oleh pemerintah.
Peringatan yang digambarkan juga dalam puisi tersebut adalah, bagaimana kita sebagai generasi bangsa mewujudkan sebuah keadilan dan kesejahteraan. Bicara tentang sebuah keadilan tentunya kita sedikit tau bagaimana dasar atau mengenal arti sebuah keadaan yang sesungguhnya untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara. Kita sudah diberikan kebebasan untuk belajar dan menempuh pendidikan agar apa ? Agar kita bisa menjadi paling depan untuk menyuarakan suara rakyat tentunya tetap memperhatikan aturan karena dalam menyampaikan unjuk rasa tersebut kita sudah didasari pemikiran yang terbuka karena kita harus berbeda dan kita harus menunjukkan bagaimana cara dari seorang pelajar menyampaikan atau mewakili ratusan bahkan ribuan suara rakyat. Jangan jadikan ilmu yang didapatkan selama menjalankan pendidikan itu menjadi vakum dan tidak dikembangkan dalam masyarakat. Karena sejatinya kita yang didik sangat diharapkan agar bisa bermanfaat bagi Nusa dan bangsa.
Komentar
Posting Komentar