Kritik puisi "Dursasana Peliharaan Istana"

 Puisi karya Shoim Anwar ini merupakan salah satu puisi yang menarik dan memiliki makna yang bisa dipetik yang kerap kali terjadi pada kehidupan sekarang ini. Toko Dursasana ini diceritakan seperti tokoh penting dalam sebuah kerajaan. Dursasana seperti kaki kanan Raja atau orang yang dipercayai. Dursasana memiliki watak yang buruk, dia salah menggunakan kekuatan atau posisinya tersebut. Dia bersifat seenaknya untuk menggunakan wewenangnya, dia pun tidak takut terhadap Raja. 

Pada kutipan " menyembunyikan tangan usai melempar bara" menggambarkan sikap Durasasan yang sangat tidak bertanggung jawab, dia selalu bermain curang karena dia yang membuat persoalan tapi tidak bisa bertanggung jawab sehingga ada pihak lain yang disalahkan.


kaitannya dengan keidupan sekarang ialah, kita kadang menemukan sedikit watak seperti itu pada pejabat pemerintah. Contoh kecil seperti seorang walikota, dia tau masih ada presiden diatasnya tetapi dia tidak peduli. Korupsi atau menghabiskan uang rakyat sudah menjadi hobby bukan hanya walikota, pejabat-pejabat lainnya. Sosok seperti ini sama halnya seperti watak dari tokoh Dursasana. Kelebihan dari puisi ini adalah memberikan pelajaran kepada kita, bahwa tidak baik menyalahgunakan kekuasaan, tidak baik merasa paling berkuasa dan selalu berpikir diatas langit masih ada langit 😊

Sekian kritik dari saya. Terima kasih.

Komentar