Kritik dan Esai Cerpen "Tahi Lalat'
Tahi Lalat
Karya M. Shoim Anwar
Jika disimak secara jernih, cerpen Tahi Lalat ini memiliki atau mengandung nilai moral dan politik penguasa.
Point pertama, dikatakan mengandung nilai moral dikarenakan desak desuk ramainya tahi lalat yang ada pada bagian tubuh istri Pak Lurah tepatnya dada. Hampir semua warga desa mengetahui hal tersebut sehingga topik pembicaraan mereka mengarah kearah negatif sudah seperti menelanjangi istri Pak Lurah. Hal ini mencerminkan tidak adanya sikap solidaritas dalam suatu masyarakat sehingga saling membongkar aib, menggurui satu sama lain hanya karena mendengar isu dari mulut ke mulut. Minimnya pengetahuan juga membuat warga desa tersebut saling membenarkan pemikiran yang dibuat sendiri dan tanpa mengetahui cerita asli.
Dikatakan berbau politik dikarenakan adanya penggunaan wewenang atau jabatan yang salah oleh Pak Lurah. Selama masa jabatannya Pak Lurah sering berperilaku semena-mena dan menindas kehidupan warga dengan menjual sawah dan ladang. Kerapkali kita jumpai pada pejabat pemerintah lainnya. Pejabat pemerintah sering kali dijuluki tikus negara karena selalu memakan hak rakyat hanya karena ingin memenuhi kebutuhan pribadi dan berkuasa karena memiliki wewenang lebih. Ini merupakan hal yang paling nampak dan bukan sesuatu yang lazim.
Komentar
Posting Komentar